Masjid Bersejarah Di Palembang: Masjid Indah Perpaduan Budaya Lokal

Selanjutnya, ekspansi lebih lanjut terjadi pada 1893, 1916, 1950, 1970 dan akhirnya pada 1990-an. Selama perluasan Yayasan Masjid Agung, lantai dua dibangun dengan luas 5.520 meter persegi dengan kapasitas 7.750 orang. Selama renovasi dan pembangunan di tahun 1970-an oleh Pertamina, menara masjid dibangun.

Masjid Bersejarah Di Palembang: Masjid Indah Perpaduan Tiga Budaya Dan Saksi Sejarah Melawan Penjajah

Lokasi sangat strategis karena dekat dengan Pasar 16, Jembatan Ampera dan Benteng Kuto Besak. Hampir semua angkutan darat ke seluruh pelosok kota Palembang bersilangan di depan Masjid Agung Palembang.

Baca Juga: Destinasi Wisata Religi Ke Kota Makassar

Bagi Anda yang suka naik bus trans, halte TransMusi tepat di sebelah masjid. Dari bandara (di bagian utara kota) ke Jembatan Ampera, di bundaran air mancur ini, belok ke arah Jalan Merdeka sebelum memasuki halaman Masjidil Haram dari gerbang barat.

Lokasi masjid di pusat kota membuatnya sangat mudah ditemukan dan dijangkau, bahkan bagi mereka yang pertama kali mengunjungi ibukota Sriwijaya di masa lalu. Jangan menghilangkan nama dan peran karakter, sehingga sosok yang layak hanya berfungsi sebagai tambahan.

Jadi jangan ragu untuk menggunakan nama Sultan Mahmud Badaruddin Jayowikramo sebagai nama Masjid Agung Palembang.

Masjid tersebut, yang berusia sekitar 259 tahun, tidak jauh dari Jembatan Ampera. Masjid dan jembatan telah menjadi landmark kota Palembang sampai sekarang.

Kekuasaan Belanda langsung menuju jantung Angkatan Bersenjata Republik, Masjid Agung Palembang. Pertempuran sengit pun terjadi, pasukan Mobrig yang dipimpin oleh Inspektur Wagiman dengan bantuan batalion Geni mampu mempertahankan garis pertahanan sehingga pasukan Belanda tidak menyerah. Setelah lima hari pertempuran yang melelahkan, Belanda menyatakan mundur.

Pada awal pembangunan, Masjid Agung Palembang dipanggil oleh orang-orang Palembang dengan nama Masjid Sulton. Nama tersebut mengacu pada pembangunan masjid yang diketuai langsung dan dikelola oleh Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo.

Pada hari keempat, bantuan Partai Republik yang akan bergabung dengan Masjid Agung Palembang dicegat oleh pasukan Belanda di daerah BPM, Sekanak, dan Kantor Karesidenan Simpang Empat.

Terletak di tengah Kota Palembang, masjid ini adalah yang terbesar. Bangunan masjid direnovasi beberapa kali, terutama pada tahun 2000. Karena bentuknya, Masjid Agung Palembang memiliki campuran khas tiga budaya, yaitu budaya Indonesia, Eropa dan Cina. Masjid Agung adalah masjid tua yang sangat penting dalam sejarah Palembang.

Menara dengan gaya Cina asli masih dipertahankan. Sebagian besar kayu yang ditemukan dalam arsitektur masjid memiliki ukiran kayu khas Palembang yang disebut Lkeur. Pada 22 Januari 1970, pembangunan menara baru dimulai, disponsori oleh Pertamina.

Menara baru setinggi 45 meter ini, yang menyertai menara bergaya Cina asli, ditugaskan pada 1 Februari 1971. Pembangunan masjid baru memakan waktu yang cukup lama, hingga 26 Mei 1748 atau 28 Jumadil. Pada awal 1151 tahun Hijriah, masjid ini didedikasikan.

Kemudian, di depan menara Masjid Lawang Kidul, dibuat sangat unik dan menarik. Pesatnya pertumbuhan komunitas Muslim Palembang pada saat itu tidak diiringi dengan pertumbuhan layanan ibadah (masjid).

Masjid Agung Palembang adalah satu-satunya masjid jami di Palembang pada waktu itu, yang berarti bahwa hanya Masjid Agung yang dapat digunakan sebagai tempat sholat Jum’at di Palembang. Mengingat meningkatnya jumlah umat Islam di kota Palembang, Mgs.

Peran para sarjana ini sangat besar dalam perkembangan Islam di Kesultanan Palembang. Konsep pendidikan Islam terungkap dalam lingkup amal (praktik) dan sains (wacana) sehingga mudah diterima dan dipraktikkan oleh komunitas Muslim Palembang. Masjid Agung Palembang juga merupakan salah satu bangunan cagar budaya yang dilindungi oleh pemerintah. Masjid Agung Palembang, bukan hanya masjid tertua dan bersejarah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *